Entri ‘antropologi’ di dalam buku ini ingin mengesankan bahwa studi ini menelusuri konsep-konsep mengenai manusia dengan memerhatikan fakta-fakta empiris tentang manusia. Sedangkan entri ‘tasawuf’ ingin mengesankan bahwa buku ini mengarah pada jenis spiritualisme yang mendasarkan pada orisinalitas eksistensi alam dan manusia.
Selanjutnya, dalam elaborasinya, buku ini bermaksud menggiring ‘metafisika’ konvensional yang selama ini bercokol lama dalam tasawuf ke arah yang sebenarnya. Metafisika konvensional cenderung melihat tasawuf hanya sebagai sistem perilaku dan perasaan saja, serta melupakan sisi yang lebih substansial, yakni pengetahuan. Juga, ingin mengembalikan cita-cita awal para sufi dan mencoba membangun sebuah kerangka pikir yang berpijak pada asumsi bahwa tasawuf tidak lain adalah paradigma tentang diri dan Tuhan. Tasawuf di dalam buku ini tidak lepas dari empirisme.
Belum ada ulasan.